Rangkuman Penting Pedoman Beternak Domba dan Kambing

Kambing.ID – Ini adalah lebih ke Kambing, tetapi pada prinsipnya tentu saja bisa berlaku di Domba :

1. Seekor induk kambing betina dengan perawatan yang baik akan bisa melahirkan anak setiap 7 bulan sekali

2. Setelah lebih dari satu bulan sejak melahirkan, maka induk kambing betina tersebut adalah boleh dikawinkan lagi

3. Anak kambing dapat disapih (dipisah) mulai usia 3 s.d 4 bulan

4. Sekor kambing baru bisa disebut sudah dewasa, jika usianya sudah mencapai 8 s.d 10 bulan

5. Siklus birahi kambing betina akan datang setiap 17 s.d 21 hari sekali (dalam setiap bulannya)

6. Lama waktu birahi kambing betina adalah selama 24 s.d 40 jam (jadi segera kawinkan dalam waktu singkat tersebut)

7. Masa hamil Kambing adalah 5 bulan

8. Setiap ekor kambing harus diberi makan rumput sebanyak 10% dari berat badan kambing tersebut. Jika dirata-ratakan, maka setiap ekor kambing harus diberi makan sebanyak 5kg rumput segar untuk setiap harinya

9. Setiap ekor kambing harus diberi minum sebanyak 4 liter air (setiap harinya)

10. Campurkan garam dapur (sebanyak 0.5 kg) pada 4 liter air minum untuk kambing tersebut. Manfaat garam untuk membuat kambing cepat haus, sehingga sering minum

11. Beri campuran EM4 khusus Peternakan (botol warna coklat) pada 4 liter air minum tersebut agar kambing sehat. Em4 itu cuma contoh saja, banyak merk lain di pasaran

12. Jika ingin ternak kambing dengan sistem gembala (tidak dikandangkan), maka kita harus membutuhkan lahan gembala seluas 10 bata atau 143 m untuk setiap ekor kambing peliharaan

13. Bagusnya bahkan harusnya, peternak kambing harus berusaha keras agar punya lahan sendiri untuk menanam rumput. Itu untuk menjamin ketersediaan rumput untuk kambing-kambingnya

14. Jenis rumput yang direkomendasikan untuk di tanam adalah Alfalfa dan Rumput Gajah Odot (tapi rumput-rumput lain juga jangan di musnahkan, campurkan saja dengan Alfalfa dan rumput gajah odot) tapi lebih dominan kan alfalfa dan rumput odot

15. Bagusnya, pakan yang kita berikan, di fermentasi dulu

16. Disarankan untuk menjual kambing dengan sistem kiloan (di timbang hidup) karena itu lebih transparant dan jelas segalanya.

Demikian, Semoga Bermanfaat dan Sukses Selalu Peternak Kambing dan Domba Indonesia, Amin.

Beginilah Simulasi Beternak Sepasang Kambing di Lapangan Rumput Seluas 80 Meter Persegi atau 6 Bata

Beginilah Simulasi Beternak Sepasang Kambing di Lapangan Rumput Seluas 80 Meter Persegi atau 6 Bata

Kambing.ID – Jika sebelumnya, kami membuat suatu Artikel dengan Judul Kita Butuh Lapangan Rumput Seluas 40 Meter Persegi (3 Bata) untuk Beternak Satu Ekor Kambing atau Domba Tanpa Ngarit di Domba.ID maka untuk update artikel di Kambing.ID ini kami juga akan melanjutkan pembahasan tersebut.

Jadi, telah disimpulkan bahwa seorang peternak kambing atau bisa juga peternak domba, mereka butuh lahan (dalam hal ini Lapangan yang ditanam rumput segar dan subur) seluas 80 Meter Persegi atau kurang lebih setara dengan ukuran 6 Bata (jika di Sunda). Tanah seluas 6 Bata (80m2) tersebut adalah pas untuk Beternak Sepasang Kambing, yaitu Satu Ekor Jantan dan Satu Ekor Betina.

Nah, bagaimana Aplikasi penerapan di lapangannya?, Oke, walaupun memang kami belum pernah menerapkan hal tersebut, tapi inilah gambaran umum simulasi untuk Beternak Sepasang Kambing di Suatu Padang Rumput dengan Luas 80 Meter Persegi atau setara 6 Bata (ukuran di Orang Sunda) :

Kita ketahui bahwa di setiap hari nya, seekor kambing atau domba adalah menghabiskan Rumput segar sebanyak ukuran luas Satu Meter Persegi Rumput Segar, sedangkan Untuk Siklus jadi nya / tumbuh nya kembali si Rumput tersebut agar bisa dimakan lagi oleh si kambing adalah setelah 40 hari setelah dimakan kambing, artinya, untuk setiap ekor kambing kita butuh 1m2 x 40 hari = 40 Meter Persegi Lapangan Rumput.

Pengetahuan : 1 Bata itu jika dibulatkan adalah 14 Meter Persegi, tapi jika ingin diadakan desimal setelah koma nya adalah = 14,285720 m2 = 0.001429 hektar.

Jadi, untuk dua ekor yaitu sepasang kambing, maka kita butuh Lapangan Rumput Seluas 80 Meter Persegi atau 6 Bata. Sampai sini Jelas ya teman-teman?

Menurut Pemikiran kami, jadi Implementasinya adalah begini:

  1. Kita Siapkan Lahan seluas 80 Meter Persegi atau 6 Bata lalu ditanam Rumput
  2. Lakukan Sekat per Dua Meter Persegi Lahan Rumput Tersebut (itu untuk makan nya Sepasang Kambing tiap hari).
  3. Buatlah ada 40 Sekat Lahan seperti Nomor 2. Jadi total ada 80 meter persegi.
  4. Misalnya di Hari Pertama, sepasang kambing itu menempati Sekat No.1, maka untuk Hari Besoknya kedua kambing itu harus di pindah ke Sekat No.2, dan Anda harus segera mengolah kembali Sekat No.1 agar bisa di panen lagi nanti 40 hari kedepan.
  5. Begitulah seterusnya estafet. Sampai ke sekat nomor 40. Balik lagi ke sekat no.1 karena Sekat nomor 1 sudah siap panen.
  6. Untuk hal penempatan kambingnya, menurut kami, teknik yang lumayan masuk akal dan hemat biaya adalah, kedua kambing itu dibiarkan ada di sekat yang berlaku pada hari itu, dan besok pagi nya dipindah ke sekat berikutnya, dan untuk Atap, buatlah Atap yang bisa berjalan, maksudnya bisa di geser ke sekat berikutnya, jadi kalau ada Hujan, si kambing tidak kehujanan karena ada atap. Juga tidak terlalu kepanasan karena ada atap. Jadi atap nya cukup satu saja (untuk ukuran satu sekat), nanti atap nya bisa di geser-geser khan?
  7. Jadi, yang bukan Sekat hari itu, maka tidak ada atapnya, agar sinar matahari bisa Full menyinari Rumput yang sedang berkembang. Atap itu hanya ada di Satu Sekat pas hari itu saja, sekaligus untuk menjadi peneduh bagi kedua kambing tersebut dari sengat terik matahari dan Hujan.
  8. Oh ya, yakinkan bahwa Area Rumput adalah lebih tinggi dari tanah sekitarnya, jadi kalau musim hujan tidak kena air itu area rumput, jadi tidak becek ke kambing nya. Kalau perlu, buatlah parit kecil di sekeliling / di pinggir area tumbuh nya rumput agar air hujan tidak masuk wilayah rumput.

Demikian semoga meng inspirasi, walau kami sendiri belum melaksanakan hal tersebut, tapi setidaknya itulah sawangan kami. (Tim Kambing.ID)